Comment

Asam lambung yang naik bisa menyebabkan bagian mulut bau atau juga akan menyebabkan dada terasa panas. Dan naik nya asam lambung tidak akan terjadi jika kondisi kesehatan baik baik saja atau tidak memiliki gangguan kesehatan pada organ tubuh maka dari itu jika asam lambung naik, maka ada pemicu nya. salah satu yang paling sering menjadi faktor penyebab asam lambung naik karena bagian otot lambung tidak berfungsi dengan baik. Karena pada bagian lambung ada bagian semacam pintu untuk masuk nya makanan dari tenggorokan untuk menuju ke lambung.


Maka dari itu naik nya asam lambung bisa terjadi karena di sebabkan oleh otot lambung yang seharus nya tertutup akan mengalami masalah pada fungsi nya sehingga bisa menyebabkan asam lambung naik. Dan ada faktor penyebab asam lambung atau penyebab tidak berfungsi penutup lambung tersebut sehingga menyebabkan naik nya asam lambung hingga ke tenggorokan. Dan berikut faktor penyebab asam lambung :

Hormon
Salah satu faktor penyebab asam lambung naik yaitu hormon, perubahan hormon pada tubuh bisa menjadi faktor penyebab asam lambung naik. Hormon bisa menyebabkan asam lambung naik karena di sebabkan oleh perubahan hormon akan membuat otot penutup lambung akan lemah sehingga bisa mengakibatkan naik nya asam lambung. Maka dari itu banyak wanita yang sering mengalami asam lambung,karena wanita yang paling sering mengalami perubahan hormon, terlebih pada wanita hamil.

Hernia
Faktor penyebab asam lambung pun juga bisa dari memiliki penyakit hernia, karena otot pada bagian lambung bisa lemah akibat ada nya penyakit hernia di dalam tubuh. sehingga penyakit hernia akan memicu naik nya asam lambung juga.

Makanan
Pada bagian otot lambung juga bisa lemah dikarenakan oleh makanan. faktor penyebab asam lambung yang paling sering pun juga banyak karena kandungan makanan yang sering di konsumsi. makanan yang terlalu banyak mengandung alkohol,dan kafein bisa menyebabkan bagian otot lambung lemah atau pun rileks, maka dari itu mengkonsumsi minuman beralkohol, kopi, dan juga coklat yang terlalu sering akan menyebabkan naik nya asam lambung karena permasalahan pada bagian otot lambung dari zat makanan tersebut. Selain itu juga faktor penyebab asam lambung bisa karena tidak mengontrol makanan dengan baik, dan menyebabkan obesitas atau berat badan berlebih juga pada penderita penyakit asam lambung.

Rokok
Faktor penyebab asam lambung juga bisa karena rokok, penggunaan rokok yang terlalu sering maka akan mengakibatkan bagian otot lambung juga akan lemah, maka dari itu penderita penyakit asam lambung juga banyak dari kalangan perokok aktif. Karena rokok terkandung oleh zat yang akan menyebabkan bagian lambung melemah.

Efek samping obat
Faktor penyebab asam lambung naik yang akan menyebabkan mual dan muntah bahkan rasa panas pada bagian tenggorokan pun juga bisa karena efek samping. penggunaan efek samping obat berbahan kimia akan menyebabkan bagian otot lambung pun bermasalah dan biasa nya jenis obat untuk penyakit hipertensi yang akan menyebabkan otot pada lambung melemah.
0
Penyakit asam lambung juga berisiko tinggi pada seseorang yang sering mengkonsumsi minuman atau makanan yang mengandung kafein. Terlalu banyak dan sering mengkonsumsi coklat, kopi, bisa menyebabkan otot lambung akan longgar dan dampaknya akan pada kenaikan asam lambung.


Minuman yang mengandung alkohol, serta kebisaan merokok pun dapat memicu penyakit asam lambung. Atau bisa juga penyakit hernia memicu terjadinya penyakit asam lambung, karena pada saat menderita penyakit asam lambung maka bagian dari lambung terdorong sehingga melemahnya otot lambung ketika menderita penyakit hernia hiatus yang akan memicu terjadinya penyakit asam lambung. Maka dari itu hati hati menjaga kesehatan tubuh.

Pada saat asam lambung naik ke tenggorokan atau pun pada kerongkongan maka akan menyebabkan mulut terasa pahit dan juga akan terasa asam. Asam lambung pun akan bersifat panas sehingga jika asam lambung naik maka gejala asam lambung yang akan dialami yaitu rasa panas pada ulu hati atau di bagian dada.

Untuk makan pun akan sulit jika penyakit asam lambung sedang kambuh karena tidak dapat menelan dengan baik karena di tenggorokan seperti ada benjolan sehingga sulit menelan. Apabila asam lambung sering naik maka penderitanya bisa memiliki bau mulut yang tidak sedap atau kerusakan pada gigi, oleh sebab itu mengatasi asam lambung agar tidak sering kambuh atau naik.

Di bawah ini beberapa hal untuk mengatasi asam lambung :

1.Makan tepat waktu, karena asam lambung penyakit yang bisa sering kambuh maka dari agar asam lambung tidak lagi sering kambuh maka mengatasi asam lambung yang tepat dengan makan teratur. Salah satu hal yang memicu asam lambung naik karena telat makan, maka dari itu jangan telat makan, makan lah di waktu yang telah di tentukan atau makan teratur sehingga akan membantu mengatasi asam lambung.
2.Makan makanan yang sehat, tidak hanya dengan makan tepat waktu saja, mengatasi asam lambung juga bisa dengan makan makanan yang sehat. Berikan tubuh makanan yang sehat dan juga agar organ pencernaan tidak mengalami penurunan fungsi. Makanan yang bisa dicerna dengan cepat bisa di konsumsi sehingga akan menyehatkan lambung dan otot lambung bisa di fungsikan kembali dengan baik. kontrol asupan makanan berlemak agar tidak terlalu banyak di konsumsi, dan juga makan banyak sayur apabila ingin memiliki lambung yang sehat.
3. Jauhi rokok dan alkohol, mengatasi asam lambung yang baik untuk di lakukan juga yaitu dengan menjauhi rokok dan juga alkohol. Minum alkohol dan merokok cukup sering hanya akan merusak lambung dan bagian tubuh lainnya, oleh sebab itu mengatasi asam lambung dengan tidak merokok dan juga minum alkohol.
0
Penyakit asam lambung atau GERD yang berlangsung dalam kurun waktu lama dan tidak ditangani bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi yang terjadi adalah:


1. Luka pada dinding esofagus atau tukak esofagus. Asam lambung bisa mengikis dinding esofagus dengan sangat parah, ini yang menyebabkan luka atau tukak terbentuk. Tukak esofagus bisa berdarah dan menyebabkan munculnya rasa sakit dan kesulitan saat menelan.
2. Penyempitan saluran esofagus. Dinding bagian bawah dari esofagus bisa rusak karena teriritasi asam lambung secara terus-menerus. Iritasi yang terjadi dalam jangka waktu lama ini bisa menyebabkan terbentuknya jaringan tukak di dalam esofagus dan mempersempit saluran yang dilewati oleh makanan.
3. Esofagus Barrett. Perubahan sel-sel pada dinding esofagus bisa terjadi setelah teriritasi asam lambung berulang kali. Kondisi ini disebut Esofagus Barrett dan bisa sebagai kondisi prakanker. Perubahan sel yang terjadi belum memiliki sifat-sifat kanker. Tapi di kemudian hari, sel-sel ini bisa memicu munculnya sel kanker walau terhitung jarang.
4. Kanker esofagus. Selain akibat GERD yang berkelanjutan, terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko munculnya kanker esofagus. Risiko akan meningkat jika penderita adalah perokok, peminum alkohol, atau orang yang mengalami obesitas atau kegemukan. Gejala kanker esofagus yang paling umum adalah kesulitan dan rasa sakit saat menelan, serta penurunan berat badan.
0

Ketika asam lambung naik, jaringan dinding kerongkongan dan mulut akan teriritasi oleh asam lambung. Berikut ini adalah gejala-gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit asam lambung:

1. Refluks asam lambung atau regurgitasi. Asam di dalam perut akan kembali ke kerongkongan dan juga mulut sehingga muncul rasa asam dan pahit.
2. Sensasi terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Kondisi ini dirasakan pada tulang dada akibat asam lambung yang naik ke esofagus. Rasa nyeri akan terasa lebih kuat setelah makan dan saat membungkuk.

Selain gejala di atas, ada juga beberapa gejala lain yang mungkin dialami, di antaranya:

- Merasa seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan.
- Laringitis (peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau).
- Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari.
- Sakit dada.
- Mengi.
- Kesulitan dan nyeri saat menelan.
- Gigi menjadi rusak.
- Kembung dan bersendawa.
- Bau napas tidak sedap.
- Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba.

Penyakit asam lambung ringan yang terjadi satu atau dua kali dalam sebulan biasanya tidak memerlukan intervensi dokter. Ini bisa diatasi dengan mengubah menu makanan dan mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran ketika gejalanya muncul. Namun untuk gejala yang lebih parah dan sering terjadi, dianjurkan untuk menemui dokter dan menanyakan tentang obat atau penanganan yang lebih tepat. Konsumsilah obat sesuai dengan dosis dan aturan pakai.
0
Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh lower esophageal sphinchter (LES) yang tidak berfungsi dengan baik. LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai ‘penjaga gerbang’. Ketika sedang makan, otot LES akan rileks dan membiarkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah makanan lewat, otot LES akan menjadi tegang dan menutup agar asam lambung dan makanan tidak naik kembali dari lambung ke esofagus atau kerongkongan.


Pada penderita penyakit asam lambung, LES mengalami kelemahan. Akibatnya, asam lambung bisa lolos dan naik kembali ke esofagus. Penderita akan merasakan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada dan perut menjadi terasa tidak enak.

Walau belum diketahui pasti kenapa LES melemah, ada beberapa faktor risiko yang diduga terkait dengan kondisi ini. Yang pertama adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Orang yang berbadan gemuk memiliki tekanan yang lebih tinggi di dalam lambungnya dibandingkan dengan orang yang berat badannya ideal. Tekanan yang tinggi ini diduga melemahkan otot LES.

Faktor yang kedua adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. Makanan berlemak memerlukan waktu pencernaan lebih lama di dalam perut sehingga asam lambung yang diproduksi akan lebih banyak dan risiko untuk naik kembali ke esofagus juga lebih tinggi.

Faktor yang ketiga adalah terlalu banyak mengonsumsi kopi, cokelat, atau alkohol, serta suka merokok. Unsur-unsur ini membuat otot LES menjadi rileks sehingga asam lambung dapat naik ke kerongkongan.

Faktor yang keempat adalah kehamilan. Orang yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormon, inilah yang bisa melemahkan LES. Selain itu akan terjadi peningkatan tekanan pada perut.

Lalu faktor yang kelima adalah menderita hiatus hernia. Ini adalah kondisi ketika sebagian dari lambung terdorong hingga melewati diafragma. LES melemah pada penderita hernia hiatus. Faktor stres juga berperan dalam membuat LES menjadi lemah.

Selain itu, penderita diabetes juga lebih berisiko menderita penyakit asam lambung. Kadar gula yang tinggi merusak saraf yang mengendalikan otot perut. Akibatnya, makanan tinggal di dalam perut lebih lama sebelum berlanjut ke usus halus. Kondisi ini memberi asam lambung kesempatan untuk naik ke kerongkongan.

Selain faktor-faktor di atas, obat-obatan juga bisa memberi dampak kepada melemahnya otot LES. Terhadap penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, pemberian obat penghambat kalsium (calcium-channel blockers) bisa menjadi salah satu langkah pengobatan. Obat ini bisa melemahkan sistem kerja LES. Selain itu, nitrat yang dipakai untuk mengobati angina juga dapat melemahkan LES.

0
Penyakit asam lambung atau Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Penyakit asam lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat.


Penyebab Naiknya Asam Lambung atau GERD

Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya Lower Esophageal Sphinchter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik kembali ke esofagus.

Jika LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan faktor keturunan, stres, konsumsi obat-obat tertentu, kelebihan berat badan, hiatus hernia, keadaan hamil, gastroparesis, atau konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.

Gejala GERD yang dirasakan adalah sensasi terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kita akan merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan.

Mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak. Kita juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan menelan makanan. Perawatan serius akan diperlukan jika gejala GERD muncul secara terus-menerus.

Diagnosis Asam Lambung atau GERD

Untuk melakukan diagnosis penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Penelitian lebih lanjut untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan melalui prosedur endoskopi.

Endoskopi sendiri menggunakan alat yang disebut endoskop, sebuah tabung fleksibel panjang dengan lampu dan kamera pada bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut untuk melihat penyebab naiknya asam lambung dan jika ada luka di dinding esofagus.

Pengobatan Asam Lambung atau GERD

Pengobatan penyakit asam lambung memiliki tahapan. Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengganti menu makanan, yaitu beralih ke makanan-makanan yang rendah lemak, tidak terlalu asin, maupun terlalu pedas. Tapi ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, obat-obatan akan digunakan untuk meredakan gejala yang dirasakan. Bagi penderita yang mengalami penyakit asam lambung secara kambuhan, dokter kemungkinan akan meresepkan obat untuk jangka panjang.

Jika langkah-langkah pengobatan di atas masih belum berhasil mengatasi GERD, prosedur operasi kemungkinan akan dipertimbangkan dan disarankan oleh dokter.

Komplikasi Akibat Asam Lambung atau GERD

Komplikasi yang paling sering terjadi akibat penyakit asam lambung adalah esofagitis. Esofagitis adalah peradangan atau inflamasi pada dinding esofagus atau kerongkongan. Pada kasus esofagitis yang parah, penderita akan kesulitan menelan karena munculnya tukak. Tukak terbentuk ketika lapisan dinding esofagus tererosi sehingga menjadi luka. Pada kasus yang lebih parah lagi, bisa terjadi kanker esofagus.

0

Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu.

Seperti halnya dengan sabun, basa bersifat kaustik (licin), selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Rasa pahit merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa.

Asam (Acid)
Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif.

Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).

Tabel beberapa contoh jenis Asam:


Berdasarkan asalnya, asam (acid) dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan manusia.

Basa (Alkali)
Dalam keadaan murni, basa (alkali) umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa.

Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.

Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

Tabel beberapa contoh jenis Basa:


Pada dasarnya rasa makanan, minuman atau zat tertentu yang terasa asam, pahit, getir, asin dan manis disebabkan karena sifat zat tersebut, yaitu sifat yang berkaitan dengan asam, basa dan garam. Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan sebagai basa. Namun, tidak semua yang mempunyai rasa pahit merupakan basa.

Basa dapat dikatakan sebagai lawan dari asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka kedua zat itu saling menetralkan,sehingga sifat asam dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dengan basa kita sebut garam. Adapun rasa manis terkait dengan kehadiran sifat asam dan basa secara bersama-sama.

Keseimbangan Asam-Basa
Keseimbangan asam basa jaringan tubuh dan darah manusia harus berada pada pH 7,3 – 7,5 artinya kondisi tubuh bersifat agak basa atau alkalin, agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Di atas pH 7,8 atau di bawah pH 6,8 akan menimbulkan gangguan metabolisme, yang pada akhirnya juga gangguan pada kesehatan.

Tubuh kita mengandung 80% basa dan 20% asam. Tubuh kita bekerja keras untuk mempertahankan level dari pH tersebut. Darah di dalam vena tubuh kita memiliki pH yang bervariasi, tergantung dari apa yang kita konsumsi, apakahkebanyakan makanan yang mengandung mineral basa atau kebanyakan makanan yang mengandung asam. Tapi, sudah diketahui bahwa 95% makanan kita adalah bersifat asam. Untuk menjaga kondisi tubuh tersebut, sebaiknya komposisi menu terdiri dari 70% makanan pembentuk basa (alkaline forming food) dan 30% makanan pembentuk asam (acid forming food).

Oleh sebab itu tubuh memerlukan lebih banyak makanan pembentuk basa daripada makanan pembentuk asam. Contoh makanan pembentuk basa adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan contoh makanan pembentuk asam adalah nasi dan aneka lauk daging. Keasaman dan kebasaan tubuh terhadap makanan dipengaruhi antara lain oleh kandungan protein dan jenis mineral yang paling dominan pada makanan.

Kemampuan pencernaan manusia terbatas, dan tidak mampu mencerna lebih dari dua jenis zat gizi utama yang kadarnya sama-sama dominan dalam waktu yang bersamaan. Hal ini disebabkan karena setiap makanan mulai dicerna pada tempat yang berbeda, dalam kurun waktu yang berbeda, serta memerlukan jenis enzim pencerna yang berbeda juga yang bekerja dalam derajat keasaman atau pH yang berbeda pula. Zat pati atau hidrat arang kompleks, protein dan lemak adalah unsur gizi yang sangat mempengaruhi proses pencernaan, tidak boleh dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.

Siklus Sistem Pencernaan
Secara umum siklus sistem percernaan terbagi dalam tiga bagian aktivitas yang bekerja secara teratur dan sistematis setiap 24 jam sehari. Ketiga bagian aktivitas ini secara simultan terus aktif bekerja, tetapi pada setiap siklus, salah satu bagian aktivitas akan lebih intens bekerja dibandingkan dengan bagian aktivitas yang lainnya.

Ketiga bagian aktivitas ini adalah :
• Aktivitas pencernaan, secara intensif bekerja pada jam 12.00 – 20.00
• Aktivitas penyerapan/asimilasi, secara intensif bekerja pada jam 20.00 – 04.00
• Aktivitas pembuangan, secara intensif bekerja pada jam 04.00 – 12.00

Tubuh bekerja otomatis untuk menyeimbangkan asam basa dalam tubuh melalui:
1. Ginjal kita melakukan kerja yang baik dengan mengeluarkan limbah asam dan urin kita bersifat asam dengan pH 4 – 6.
2. Olah raga membantu mengeluarkan limbah asam melalui kulit dan keringat ( bersifat asam). Akan tetapi, apa yang terjadi ketika kita makan terlalu banyak makanan yang bersifat asam, dan makan terlalu sedikit sayuran serta kurang berolahraga? Limbah asam tidak semuanya akan keluar dari sistem tubuh kita dan limbah asam akantertimbun di dalam tubuh. Ketika limbah asam tertimbun dalam aliran darah, darah kita akan mengental. Ini akan mengakibatkan tidak lancarnya peredaran darah, dan kadang-kadang terjadi penyumbatan darah.

Metabolisme tubuh yang tidak seimbang akan menyebabkan :
• Proses penyerapan gizi tidak optimal, sehingga energi yang terbentuk menjadi sedikit,
• Proses pembuangan sisa makanan dan sisa metabolisme lainnya tidak optimal, sehingga memungkinkan menyebabkan resiko toksemia, yaitu keracunan akibat toksin yang berlebihan di dalam tubuh.
• Proses pembelahan sel menjadi lebih cepat dan sering, yang akan menyebabkan berkurangnya kemampuan manusia untuk berumur panjang (degenerasi) dan dapat menambah berat badan.

Berkurangnya energi dan bertambahnya toksin dapat menyebabkan peradangan pada organ-organ vital, alergi yang berkepanjangan, dan kekebalan tubuh yang menurun, sehingga tubuh sangat rentan terhadap gangguan penyakit, kelebihan berat badan, dan penuaan dini.

Ragam Makanan
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka pola makan kita sebaiknya sebagai berikut:
• Menu sarapan hanyalah buah, baik dipotong ataupun dijus, dengan takaran yang cukup mengenyangkan, di makan secara perlahan-lahan dan sedikit-sedikit
• Buah tidak dimakan bersamaan atau sesudah makanan sumber protein dan zat pati. Makanlah buah dulu sekitar 10 sampai 30 menit, barulah makan makanan yang lainnya.
• Untuk makan siang dan makan malam, makanlah makanan sumber protein atau zat pati, tapi tidak dimakan secara bersamaan.
Misalkan untuk makan siang makan makanan yang didominasi sumber protein, maka malamnya makan makanan yang didominasi oleh sumbet zat pati, sehingga dalam sehari semua zat gizi tercukupi.
• Protein sebaiknya satu macam saja misalkan ikan atau daging saja. Zat pati boleh lebih dari satu macam, seperti nasi dengan perkedel kentang, atau mie goreng dengan jagung.
• Sayuran harus disertakan pada saat makan sumber protein dan zat pati untuk menjaga keseimbangan asam- basa. Porsi sayuran sebaiknya antara dua sampai tiga kali lipat dari porsi sumber protein atau zat pati, dengan memasukkan sayuran mentah, baik itu sebagai lalapan, salad, atau dijus.
• Hindari makanan-makanan yang banyak diolah, seperti makanan siap saji, makanan kalengan, makanan awetan, sebaiknya makan makanan yang masih segar.


Makanan Pembentuk Asam
Makanan pembentuk asam mengandung lebih banyak mineral non-logam seperti Sulfur (S), Phosphor (P) dan Klor (Cl). Sedangkan makanan yang dapat menurunkan keasaman tubuh atau membentuk efek basa mengandung lebih banyak mineral logam, seperti: Potassium/Kalium (K), Sodium/ Natrium(Na), Magnesium (Mg), zat besi (Fe) dan Kalsium (Ca).

Sebaliknya, makanan pembentuk asam rasanya belum tentu asam. Contohnya : buah-buahan rasa masam belum tentu asam (seperti jeruk, nanas atau strawberry) memberi pengaruh basa pada tubuh, karena hampir semua buah-buahan segar mengandung lebih banyak elemen-elemen logam.

Makanan pembentuk asam umumnya juga mengandung sejumlah besar protein dan sedikit air. Hampir semua makanan protein dan biji-bijian (beras, jagung, gandum dsb) termasuk produk olahannya, memberi reaksi kimiawi asam pada tubuh kecuali susu mentah, yogurt, kacang almond dan millet.

Sebaliknya makanan pembentuk basa cenderung berkadar air tinggi dan mengandung sejumlah kecil protein. Semua jenis buah dan sayuran (termasuk selada, umbi-umbian dan sayuran rambat) adalah makanan pembentuk basa kecuali tomat (terutama yang masak).

Cara pengolahan makanan dapat mengubah keasaman dan kebasaan suatu makanan. Makanan yang dimasak tersendiri, kurang lebih sama seperti ketika masih mentah. Contohnya, kentang yang dikukus atau hanya direbus dengan air, pengaruhnya akan tetap basa pada tubuh. Lain halnya jika kentang diolah menjadi sambal kentang goreng. Kombinasi minyak dan santan meningkatkan kadar protein dan lemak.

Makanan pembentuk asam tidak ada hubungannya dengan makanan asam. Apa yang dimaksud dengan Basa dan Asam adalah keberadaan Mineral Basa di dalam larutan.

Makanan asam adalah makanan yg rasanya masam, asam manis atau kecut. Asam ini bisa mempengaruhi atau bisa juga tidak mempengaruhi tingkat keasaman tubuh, sehingga disebut juga asam bebas.

Porsi nasi dan lauk protein seperti daging, ikan atau telur umumnya lebih besar daripada buah dan sayuran segar. Sariawan, nyeri lambung, flua atau kelebihan berat badan merupakan gejala tingkat keasaman tubuh sudah mulai meninggi. Kondisi ini bisa semakin buruk jika ditambah dengan kebiasaan makan makanan rendah energi dan kurang bergizi, merokok, minum alkohol, penggunaan narkotik, stress, kurang istirahat serta perbagai pola hidup tidak sehat lainnya.

Menurut penelitian yang dilakukan terhadap sample darah 600 orang pasien penyakit kanker, sebanyak 85% diantara mereka menunjukkan ber pH asam yang tinggi. Bagaimana menjaga darah yang ber pH basa rendah adalah langkah yang pertama untuk menghindari penyakit kanker.

1
Manfaat buah jeruk ternyata bukan hanya berasal dari banyaknya kandungan vitamin C di dalamnya, akan tetapi berbagai nutrisi maupun kalsium juga bisa kita temukan pada buah yang satu ini. Selain kaya nutrisi, buah ini juga ternyata rendah kalori, yaitu sekitar 29 kalori per 100 g, sehingga menjadikannya sebagai salah satu jenis buah dengan kadar kalori terendah dibanding buah-buah lainnya.


Kelebihan lainnya adalah, buah berwarna jingga ini tidak mengandung kolesterol atau lemak jenuh, tetapi kaya akan serat makanan sekitar 7.36% dari RDA. Asamnya jeruk pun bukan sembarang asam, karena mampu menjadi pengawet alami, membantu pencernaan sekaligus membantu melarutkan batu ginjal.

Phytochemical juga merupakan bahan yang baik bagi tubuh. Contoh dari phytochemical ini diantaranya adalah hesperetin, naringin, dan naringen flavonoid glikosida yang begitu kaya kandungannya pada jeruk. Naringenin ini memiliki efek pada kesehatan manusia sebagai antioksidan, dan anti inflamasi. Secara medis, zat tersebut juga telah terbukti mengurangi cedera oksidan DNA dalam sel in-vitro.

Satu lagi kandungan yang membuat jeruk ini spesial adalah mineral besi , tembaga , kalium , dan kalsium. Semua mineral tersebut memberikan manfaat buah jeruk sebagai sebuah komponen penting dari sel dan cairan tubuh karena mampu membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah . Dengan demikian, konsumsi jeruk sangat dianjurkan baik bagi orang tua maupun anak kecil, agar membantu dalam pertumbuhan serta menjaga kondisi agar tetap dan selalu fit.

1
Previous PostPostingan Lama Beranda